Powered By Blogger

Rabu, 03 September 2014

Sahabat Saya....




Sahabat,

Saya ingin bercerita tentang dirimu, yaa... tentang dirimu sahabat saya.

Kamu seorang lelaki sederhana, tidak seganteng Ari Wibowo tapi tidak masuk katagori tidak ganteng :). Dua tahun bahkan nyaris tiga tahun saya ketemu lagi denganmu, tapi baru dua kali kita ketemu ya...

Tapi kamu selalu hadir dihati saya, setiap saat, kamu ada saat saya butuhkan, bahkan hanya kamu yang ada saat semua sahabat saya meninggalkan saya. Kamu mengulurkan tangan saat saya lagi bersedih, kamu bahkan tidak marah saat saya cerita tentang apa saja. 

Denganmu hidup saya seperti pelangi... merah kuning hijau di langit yang biru hehehe....

Seiring dengan waktu, saya mulai takut kehilangan kamu, terbayang sepi nya hari-hari saya tanpa BB darimu dan memastikan saya sehat, terbayang kelamnya senja tanpa mendengar suara mu  mengisi telinga saya.

Saya tahu tombol-tombol dihati saya yang sudah redup karena kehilangan kamu sekian puluh tahun lamanya mulai memberi sinyal, tarik ulur perasaan saya pun terjadi, saya belajar memahami perasaan saya, mengontrol semampu saya.

Kemudian apa yang harus saya lakukan dengan rasa ini???

Saya kasih tahu ya, apa yang selalu saya lakukan: "saya doakan kamu dalam diam agar kamu selalu sehat dan mendapatkan ridho Allah. Jika kamu baik untukku dalam bersahabat, sejuta halangan akan Allah mudah kan. Jika kamu bukan yang dipilih kan Allah untukku maka sejuta cara akan Allah hadirkan untuk membuat semuanya terpisah" :')

Baiklah, bukan waktunya untuk mengisi hati dengan pangeran impian ku yang belum tentu menjadi milik ku kan ya sahabat???

Perbaiki diri menjadi lebih baik dan baik lagi agar Allah berkenan menghadirkan kamu menjemput ku dengan senyum terindah, dengan label "Sahabat Sejati".... yuk ah jangan jadi budak cinta.

"Sanggupkah saya meninggalkan sahabat sebaik kamu"... ahhhh... yang bilang baik kan aku, kata Allah kan belum tentu....
"Saya tahu waktunya untuk memilih meskipun itu artinya akan sendiri lagi"... duh, kan ada Allah, lupa terus nih sama Allah pertanda tipisnya iman.

Rindu, "sahabat". Mendoakan adalah cara mencintai yang paling indah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar