Powered By Blogger

Selasa, 23 September 2014

Aku + Tuhan = Cukup



Sahabat,

Aku tahu sang pemberi ujian adalah sang pemilik nama Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, yakin dengan keimanan ku, Dia tidak pernah mendzalimi hamba-Nya, tidak pernah menyakiti yang Dia ciptakan.

Sekarang, timbul masalah dan kerumitan hidup adalah karena aku yang namanya manusia ini yah maunya banyak, maunya menang, maunya tidak disakiti, maunya yang enak-enak sesuai harapan, padahal tidak semua harapan jadi kenyataan.

Yang jadi permasalahan adalah seberapa mampu aku menikmati kekalahan, berapa kuat aku bersahabat dengan luka, kalau timbul perasaan malu, sakit, marah, kecil hati dan kecewa.

Menyakitkan itu kan biasa, expresi dari gagal.... tapi apa iya harus berhari-hari. Sedang tangan sang Pencipta tersenyum melihat aku menangis. Allah ingin aku kuat ketika luka, terutama kekuatan mentertawai diri sendiri, mentertawai betapa cengengnya aku saat terhempas.

Padahal banyak sekali perubahan dalam hidup ku ketika aku mulai mudah tertawa termasuk pada soal-soal yang selama ini aku anggap menyakiti hati.

Maka jika kekalahan ternyata mendatangkan manfaat sebaik ini, betapa keliru jika aku berpikir Allah tidak sayang aku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar