Powered By Blogger

Rabu, 17 September 2014

Islam for Dummy.


Sahabat,


Rasanya sekarang aku yang harus belajar Islam darimu. Berikan aku buku itu, buku islam for dummy.... agar aku bisa belajar lebih banyak lagi dan lagi.

Ya Allah, jangan biarkan kemilau dunia menghalangi aku untuk mencintai-MU, jangan biarkan pula penderitaan dunia ini menghentikan langkah ku menggapai cinta-Mu, jangan luka dunia ini menjauhkan ku dari Mu Ya Allah


Kemarin aku bertanya kepada seorang sahabatku, apakah shalat sudah dijalankan setidaknya shalat yang wajib? dengan gayanya yang khas, dia malah menjelaskan tentang dia sudah belajar wudhu...

"Wudhu itu bukan hanya membasuh anggota tubuh dengan air, tapi juga membersihkan jiwa kita dengan basuhan air itu. Dan shalat itu yang wajib ada lima, itu harus, wajib tidak bisa ditinggalkan, harus dan sedapat mungkin begitu panggilan Allah berkumandang, kita segera wudhu. Shalat itu tiang agama, menjauhkan kita dari mudharat".

Celotehnya membuat aku terbengong-bengong hehehehe....

Hari ini, yang diawali dengan joke yang indah sahabatku berceloteh lagi soal ujian sebagai cinta Allah kepada hamba-Nya...

"Tahu tidak, bahwa ujian itu tanda cinta Allah kepada kita, kalau Tuhan tidak cinta maka kita akan dicuekin, tidak di kasih ujian tidak naik-naik kelas. Jadi surganya pun di kelas yang paling rendah.

Dan tahu tidak, setiap kali kita menghadapi masa sulit, masa yang membuat kita menanyakan keberadaan Allah, bertanya dimana Allah, mengapa kita menderita, mengapa rezeki kita jauh, mengapa kita diberi penyakit, mengapa dan mengapa. Masa dimana kita merasa Allah meninggalkan kita, masa dimana semua pintu seperti tertutup untuk kita. Masa dimana kita menangis meraung-raung. Itulah masa-masa dimana keimanan kita diuji.

Saat itulah sebenarnya Allah sedang menunjukan rasa sayang-Nya kepada kita. Allah sedang memberi lembaran-lembaran persoalan yang harus kita selesaikan. Iya lembaran ujian, bahwa Allah sedang mengawasi kita dari gangguan mahluk lain agar ujian kita tidak terganggu. Makanya orang disekitar kita memang diusir Allah, yang karena cinta-Nya kita dibiarkan hening, hanya berdua dengan Allah saja. Bayangkan, berdua dengan pemilik segalanya".

Subhanallah, sahabat saya telah melewati dua tahap keislamannya. Pertama, ia telah menjadikan shalat sebagai sandarannya kepada Allah dan kedua ia telah mampu memaknai ujian sebagai bagian dari cinta Allah.

Andai semua umat yang terlahir Islam mampu memaknai arti shalat dan ujian Allah, pasti dunia ini semakin indah. 


Sahabat saya ini seorang perempuan mualaf.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar