Minggu, 07 September 2014
Fitnah.
Sahabat,
Berhati-hatilah kalau menyampaikan, menerima dan mendengar berita yang belum tahu isi kebenarannya. Jangan sampai kita menjadi pihak yang turut terlibat menyebarkan berita (fitnah) yang sebenarnya kita tidak memiliki kepentingan terkait.
Berhati-hatilah berbicara, penyebaran fitnah mudah terjadi dalam era teknologi komunikasi sekarang ini tanpa perlu bertatap muka, lebih mudah, cepat, luas dan murah.
Praktek menyebarkan fitnah sudah menjadi kebiasaan. Banyak yang turut berpartisipasi dan seperti mendapat kepuasan serta dapat menonjolkan diri sebagai lebih baik, lebih layak dibandingkan dengan orang atau kelompok yang difitnah.
Bayangkan fitnah-fitnah yang kita sebarkan telah beredar entah kemana, kata-kata kita dibawa waktu kemana saja, ke berbagai tempat yang tidak mungkin bisa kita duga-duga, ke berbagai wilayah yang tidak mungkin bisa kita hitung. Kata-kata kita yang terlanjur tersebar dan terus disebarkan diluar kendali kita tidak bisa dihapus.
Angin waktu telah mengabdikannya.
Fitnah-fitnah itu telah menjadi dosa yang terus berkembang, tidak ada ujungnya. Agama menyebutnya sebagai dosa jariyah (dosa yang terus berjalan diluar kendali kita). fitnah-fitnah itu terus mengalir hingga kita tidak bisa membayangkan ujung dari semuanya.
Bahkan meskipun kita telah meninggal dunia. Fitnah-fitnah itu terus hidup karena angin waktu telah membuatnya abadi. Maka kita tidak bisa menghitung lagi berapa banyak fitnah-fitnah itu telah memberatkan timbangan keburukan kita kelak.
Meskipun kita benar-benar menyesali perbuatan kita dan berusaha memperbaikinya. fitnah-fitnah itu telah beredar yang telah terlanjur tersebar dan terus tersebar diluar kendali kita. Kita tidak bisa menghentikan semua itu.
Tapi kita harus percaya bahwa Allah dengan kasih sayang-Nya, adalah zat yang maha terus menerus menerima taubat manusia.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar