Menang artinya harus ada yang aku kalahkan... makanya aku memilih mengalahkan matahari... tidak ada lawan soalnya hehehe... bagaimana caranya?
Caranya... dengan bangun pagi sebelum matahari terbit, bahkan jauh sebelum matahari keluar dari persembunyiannya di ufuk timur.
Berat memang... pertama-tama aku memutuskan untuk bangun pagi saja dulu, perkara nanti mau apa yahh...terserah, minimal shalat subuh pada waktunya plus zikir sebelum subuh. Maka kebaikan yang aku dapat lebih dari dunia dan seisinya. Aku mengharuskan diri untuk mengawali hari dengan perasaan menang... perasaan bahwa aku bisa mengalahkan hari ini.
Ada satu masa dalam kehidupan ku dimana semuanya diam atau berjalan ditempat. Hanya sedikit kegiatan, tidak punya pekerjaan. sehari-hari hanya aku isi dengan bermalas-malasan, jalan-jalan ke mall, kumpul-kumpul sama teman-teman di cafe, hari-hari tanpa motivasi.
Subhanallah... Hidup memang untuk bergerak, bergiat, berbuat, bermanfaat dan selamat pagi dunia.
Kemudian aku berfikir mau dibawa kemana diriku ini jika berlarut-larut hidup seperti ini, seperti layang-layang yang putus terbawa angin hingga ter-sarang di pohon tinggi kemudian terkena hujan dan hancur hilang mati!!
Tidak lah, aku harus bangkit tapi ngapain bangun pagi kalau tidak ngapa-ngapain, setan dengan lembut membisikkan aku dengan kenikmatan baru, tapi kali ini tidak mempan set, maaf!
Saat itulah aku melakukan suatu hal yang mungkin bagi sebagian orang sangat sederhana... aku memutuskan untuk setiap hari.... setiap hari tanpa terkecuali... berlomba dengan matahari.
Kalau aku terjaga sebelum matahari terbit, itulah hari aku menang diatas matahari itu. Dan itulah yang aku lakukan di hari-hari berikutnya.... berlomba dan berusaha menang melawan matahari.
Setiap hari aku bisa terjaga sebelum mentari mulai membuka matanya... dengan tersenyum aku katakan pada matahari : "aku akan mengalahkan mu matahari".
Waktu bergulir, bahkan kemudian aku bisa bangun jauh sebelum matahari menggeliat, aku bisa tahajud dulu dan mengatakan pada matahari ; "I WIN!!!.
Semakin pagi aku bangun, semakin besar semangat dalam diri karena adanya kesenangan bisa mentertawakan matahari yang belum terbangun pada saat aku terjaga.
Berlomba dengan matahari adalah medan pelatihan yang aku ciptakan dan paksa kan untuk diri sendiri, karena pada dasarnya siapapun tidak akan pernah bisa membuat kita berubah, apabila kita sendiri tidak mau untuk berubah... bukan begitu?
Pada saat aku melawan rasa kantuk untuk bangun di malam menjelang pagi dan memilih untuk berdiri dan memuja-Nya, pada kenyataannya disitu lah pelajaran besar untuk selalu memilih, memprioritaskan mana yang penting dalam hidup ini.
Hal yang sederhana seperti memilih antara kantuk dan bangun mengajarkan banyak hal yang sangat penting dan mendasar... Kejarlah akhirat maka dunia akan mengikuti, bukan hal yang sulit ketika kemudian Allah memilih berbagai kegiatan untuk membunuh rasa malas ku.
Selamat bangun pagi Sahabat dan kalahkan matahari.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar