Momen Ramadhan memang sering dijadikan suatu titik balik bagi beberapa orang, salah satunya dengan menutup aurat dengan memakai Jilbab. Bahkan tidak sedikit yang menggunakan Jilbab hanya demi fashion menyambut Ramadhan.
Bagi ku, memakai Jilbab bukan suatu hal yang sepele, melainkan harus timbul dari dalam diri sendiri. Aku tidak mau memaksa diriku sendiri hanya karena orang-orang berkata "bagus pakai Jilbab", mungkin aku terlihat bagus tapi aku tidak mau dituding hanya ikut-ikutan orang lain.
Lebih baik aku menjaga/memperbaiki sikap ku dulu, jaga mulut (perkataan) ku dulu. Aku berusaha sebaik-baiknya untuk membantu orang lain, mendekatkan diri pada Allah. Tidak membahas keburukan orang lain, kecuali orang itu menzalimin ku dan aku perlu membela diri. Serta aku berusaha tidak berargumen tentang orang-orang yang memakai Jilbab.
Aku akan selalu berhati-hati.
Hidup itu adalah proses. Dan menurut pengalaman ku memperbaiki akhlak jauh lebih sulit dari pada memperbaiki penampilan. Iman letaknya di kalbu (cahaya hati).
Tidak memakai jilbab tapi niat hidup hanya untuk ibadah pada Allah, aku rasa akan selamat dunia akhirat. Aamiin YRA.
Allah Ta'ala berfirman, "Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia, sedangkan mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai" (ar-Rum 6-7).
Bukannya sok tahu, aku cuma menambahkan kutipan dari yang aku baca.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar