Powered By Blogger

Sabtu, 05 Juli 2014

Jika ini Ramadhan terakhir ku...


Sahabat...

"Tidak tahu ya malam ini tiba-tiba ada rasa takut.... takut tidak bisa bertemu lagi ramadhan tahun depan", ini kataku kepadamu setelah puasa ramadhan sudah terlewati beberapa hari. Support darimu waktu itu "In Sya Allah semua keraguan akan dijauhkan, jika kita meminta kepadanya".


Sahabat...


Jadi teringat janji pada diri sendiri saat ramadhan akan tiba. Saat itu aku berjanji untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Subhanallah... aku jadi malu hati, karena ternyata masih banyak yang harus aku perbaiki lagi.


Alhamdulillah.. di ramadhan yang penuh berkah ini banyak Allah SWT memberi aku berbagai kenikmatan yang luar biasa. Dari makanan yang cukup nikmat, rezeki yang cukup, kesehatan dan seterusnya. Aku bertanya di dalam hati,"Ya Allah untuk apa Engkau memberi aku berbagai kenikmatan yang luar biasa ini?".


Allahu Akbar... Aku semakin menyadari bahwa Allah SWT memberi aku berbagai kenikmatan ini adalah untuk membuat aku semakin mendekat kepada-Nya. Rindu bersujud syukur kepada-Nya. Dan rindu berbuat kebajikan kepada sesama untuk mendapatkan kasih sayang-Nya yang sangat indah itu. Dan bukan keserakahan materi yang justru menjauhkan aku dari-Nya.


Sungguh... Aku menjadi malu ya Allah, karena ketika aku bertanya di dalam hati, "Dari semua kenikmatan yang Engkau berikan ini, sudahkah aku semakin mendekat kepada-Mu, rindu bersujud syukur kepada-Mu dan rindu berbuat kebajikan untuk selalu mendapatkan kasih sayang-Mu?


Ternyata.... Aku belum banyak melakukannya ya Allah. Aku malu... karena ternyata kenikmatan yang Engkau berikan kepadaku selama ini jauh lebih banyak daripada sujud syukur ku dan kebajikan yang aku lakukan.


Aku berjanji ya Robb, di setiap sisa napas yang Engkau berikan ini, aku berjanji untuk terus memperbaiki diri, mendekat kepada-Mu dan rindu melakukan kebaikan dimana pun, kapan pun, aku berada. Aamiin.


Dulu ketika aku kecil... Aku mengidentikan puasa dengan menahan lapar dan haus.

Namun sekarang seiring dengan kedewasaan diri, aku mengartikan puasa sebagai proses membeningkan hati dan pikiran untuk menjadi pribadi yang lebih baik, yang selalu rindu melakukan kebajikan..


Sahabat...

perubahan positif didalam diriku, salah satunya adalah dapat memanage emosi diri. dari yang mudah marah menjadi lebih bijak. dari yang mudah terpancing emosi menjadi bisa menahan diri. Dari yang senang menjelekkan orang lain menjadi berkaca kepada diri sendiri. Saatnya aku berbenah diri dengan terus memanage hati.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar